Sunday, 1 January 2017

REVIEW ZENIUS


HAIII...

Yeay, setelah sekian lama akhirnya aku bakal nge-post artikel yang berfaedah. Hehe, mengingat tulisan-tulisanku sebelumnya banyak copasan dari blog tetangga (gue jujur banget :v). Aku pun berinisiatif buat nyoba menulis, hitung-hitung mencoba menjadi generasi penerus bangsa yang baik dengan belajar Bahasa Indonesia yang benar. tsahhh

Tulisan ini terinspirasi oleh kakak-kakak kece tutor Zenius khususnya Bang Sabda, eaaak. Ngebaca postingan di Zenius Blog tuh bikin aku terinspirasi banget, keren! Dulu aku nggak sadar, aku udah baca semua postingan blog disana sampai abis dalam waktu kurang dari dua minggu yang bikin aku lupa makan dan besoknya langsung demam. Hehe, untung itu waktu liburan.

Kembali ke topik, sesuai dengan judul postingan blog kali ini, aku bakal review mengenai produk Zenius yaitu X-pedia. Tapi, kayanya lebih baik aku ceritain awal mula gimana aku kenal Zen dulu deh. Jadi gini ceritanya...

Pada zaman dahulu, ada anak kelas V SD sebut saja Alfi. Dia termasuk anak yang tergolong lumayan jadi guru-guru disana nunjuk Si Alfi buat mewakilin olimpiade MIPA tingkat SD. Nah, disitu dia dikenalin sama guru pembimbingnya itu sama Zenius. Waktu itu dia dikasih soal-soal hasil download-an dari Zenius buat belajar dan katanya pembahasannya bisa dilihat di internet. Yah pikiran anak kelas V dibilangin gitu ya langsung tancap aja ke warnet sama temen-temen sekalian mainin Faceb**k :v Singkat cerita Alfi dan temen-temennya sampai di warnet, tapi karena satu bilik buat 3 anak, acara mau belajar pun gagal dan berganti jadi edit foto alay:v Akhirnya Alfi baru tau gimana pembahasannya waktu dikasih lihat sama guru pembimbing itu. Wah asik nih ngejelasinnya, nggak kaya guru pembimbingnya yang gas pol, batinku waktu itu. 

Tapi, cuma sampai tahap itu aja. Alfi kembali teringat Zenius waktu kelas awal IX SMP, dia mulai membuka blog-blog yang ningkatin motivasi belajar dan bimbel-bimbel gitu. Dan terbukalah website Zenius. Sampai situ si Alfi juga masih belum ngerti Zenius itu buat apa dan ngapain :D Tapi, lama-lama dia tau kalau Zenius itu bimbel online. Pengen beli tapi terlanjur ikutan bimbel lain, yaudah nggak jadi hehe. Memasuki masa SMA, Si Alfi akhirnya  memutuskan untuk beli xpedia dan berlanjut hingga sekarang ia duduk dikelas XI SMA...

Hmm, panjang banget ya ceritanya...

Sejak kelas X SMA (sampai sekarang) aku membeli produk X-Pedia. Saat awal-awal memakai produk Zenius aku masih jarang buka laptop buat nonton kasetnya. Kesibukan disekolah membuatku jadi malas dan sekalinya buka laptop aku tergoda dengan jejeran game dan film disana. Akupun mulai sering nonton (setiap hari) ketika UAS Semester 1 kurang dari dua minggu. Itu pun hanya 2 jam. Apalagi banyaknya materi membuatku tambah pusing :D Akhir cerita saat pembagian raport nilaiku banyak yang kurang memuaskan (jelek bgt:'v) terutama pelajaran Fisika yang dapat 79, Matematika Wajib &Peminatan yang dapat 80 dan aku nggak kecewa karena aku sendiri sadar kalau aku malas hehe. Tapi, bagaimanapun juga aku tetap sedih. 

Akhirnya libur semester aku gunakan untuk baca semua artikel di Zenius Blog dan mempelajari ulang materi yang belum aku kuasai. Belum terlambat untuk berubah! Semester 2 pun aku belajar pake Zenius setiap hari dan ngerjain soal-soal yang ada. Dan ternyata asik loh, kemana aja aku selama ini, pokoknya harus ada perubahan. Dan hasilnya.... Lumayan, Alhamdulillah deh :D Nilai ketiga mata pelajaran diatas melebihi angka 85. Nilai pelajaran lain pun juga ikut meningkat :D Yeay! Cara ini pun juga masih aku pakai sampai sekarang.

Materi yang paling aku suka tuh materi Getaran Harmonis. Kenapa? Well, dari sana aku tahu asal-usul teori rumus-rumus yang banyaknya minta ampun berasal dari secuil biskuit rumus yang sangat sederhana dan yang penting aku nggak bakal pusing buat hafalan, hehe. Aku pun bisa nurunin dari satu rumus sederhana jadi rumus-rumus lain yang pasti  bisa sangat mudah di aplikasikan dalam soal-soal dengan analisis yang cukup tinggi.

Kembali ke topik, jadi gini review Zenius khususnya X-pedia menurutku:

Menurutku Zenius itu asik, nggak bikin bosen. Mungkin awal-awal itu aku emang udah niatnya males dan bagaimanapun asiknya tetep aja males. Kalau tentang materi, materi di Zenius itu udah cukup lengkap dan konsep-able, meski nggak persis-persis amat sama materi buku sekolah, menurutku itu malah jadi poin plusnya. Kalau mau sama ya ke sekolah aja jangan ke Zenius, eaaa. Lagian kalau Cuma sama kaya buku sekolah, baca sendiri juga bisa:p Selain itu pembelajaran di Zenius pake media laptop/smartphone bikin enak dan nyaman, kemana-mana nggak usah bawa buku. Cukup hp dan headset, it’s ok. Apalagi kalau tipe-tipe aku gini. Smartphone is my life, Zenius is my bestfriend :D

Oiya, jangan sampai lupa sama Zenius Blog. Blog paling menginspirasi sepanjang masa, hehe. Yang nulis keren, isinya keren, pokoknya semuanya kerennn. Motivasi, biografi, tips, trik, sejarah dan masih banyak lagi ada dengan bahasa ringan yang mudah dipahami oleh pelajar.

Untuk pelayanannya sendiri aku berani kasih nilai A, soalnya cepatlah ya prosesnya. Pesan, transfer dan langsung diantar. Dari pengalamanku, aku hari ini pesen+transfer lusanya aku pulang sekolah udah nangkring dimeja. Padahal rumahku di daerah Madiun lo.

Seperti yang telah disebutkan diatas, konsep-able. Aku paling malas kalau disuruh hafal-menghafal sesuatu. Masak, rumus itung-itungan gitu aja dihafalin, rambutku bisa rontok satu per satu. Kegiatanku itu juga banyak nggak hanya buat hafalin rumus, ada th yang harus kujaga, ups :D Pelajaran SMA itu ada 15an bro! Lagian, menghafal itukan cara belajar paling dangkal. Selain bikin cepat lupa juga bikin cepat tua. Jadi, nggak perlu hafalin. Selain nonton Zen dan baca-baca, latihan soal banyakin aja, bikin kita tambah ngerti dan selalu ingat.

Tapi, kadang aku sebel waktu ada materi yang nggak dicantumin di kaset xpedia, jadi harus buka website zenius. Tapi nggak papa sih, itung-itung bisa jadi alasan dapet uang buat beli kuota (smirk) dan nonton video Zen yang lain.

By the way, Zenius Club yang sekarang juga udah bagus banget. Lebih enak dipakainya dan intensitas direspond-nya jadi lebih tinggi (Meskipun aku juga jarang tanya :D). Alhasil, aku juga jadi senang ngebaca pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya. Kalau yang belum tahu, Zenius Club itu semacam komunitas tanya jawab antar pengguna Zenius dari semua jenjang khusus untuk pengguna X-pedia. Tapi, juga bisa dipilah-pilah kok. Dan dari situ Zenius juga ada grup di Line loh! Jadi, selain tambah ilmu juga tambah teman. 

Untuk latihan soalnya, udah banyak banget dan kebanyakan nyangkut baik di Ulangan Harian maupun Ulangan Semester. Di X-pedia sendiri, latihan soalnya juga udah lengkap. Mungkin yang nggak ada Latihan buat Semester 2 yang biasanya emang download langsung di website Zenius. Selain itu, juga udah ada pembahasannya. Pembahasannya ada yang udah dicantumin di kaset X-pedia ada juga yang enggak. Misal, latian soal PAS Kimia kemarin, aku harus buka website Zenius dan ternyata pembahasannya nggak urut sesuai nomor-_- jadinya aku harus buka satu persatu biar urut.

Oiyaa ini hampir lupa, dari semua produk Zenius menurutku X-pedia itu yang paling praktis. Kenapa? Karena selain udah bisa dinikmati secara offline lewat kaset, kita juga dapat voucher akses Zenius selama 1 tahun plus akses Zenius Club! 770k dapet segitu mah rasanya... (luar biasa wkwkw) 

Yah, mungkin itu aja sih tentang review Zenius X-pedia menurutku. Intinya, selama ini aku oke aja makainya. Bebass, tapi selama memakai kita juga harus disiplin pada diri kita. Jangan sampai karna kebebasan waktu dan pengawasan kita jadi menggampangkan. Dan juga aku jadi tahu, belajar itu bukan sekedar angka yang tertera diraport, tapi juga pengetahuan yang pastinya akan diaplikasikan dan berguna dikehidupan kedepannya...

Fighting!!! 



-AlfiNastiti

ps: kalau menang, aku kepingin punya dvd yang "LIFE", kalau nggak bukunya juga boleh kok :D tapi yang lainnya juga mau wkwkw